About Me
- HMP FISIKA GRAFTASI UNS
Pengikut
Selasa, 18 Mei 2010
Akrit (Dokter Bedah berusia 7 Tahun)
Dokter kecil dari India, itulah Akrit Jaswal yang lahir pada 23 April 1993. Menurut ibunya Raksha Kumari Jaswal, kejeniusan Askrit sudah terlihat sejak ia masih balita. Tidak seperti kebanyakan bayi pada umumnya, ia sudah dapat langsung berjalan, di saat bayi-bayi lainnya masih pada tahap merangkak. Dapat berbicara pada usia 10 bulan, dan di usia 5 tahun sudah membaca buku karangan William Shakespeare. Akrit mengembangkan ilmu pengetahuannya pada usia dini, usia yang sangat tidak biasa untuk seorang anak balita. Dokter di rumah sakit setempat memperhatikan dan membiarkan untuk melihat operasi pada usia 6 tahun dan dia terinspirasi untuk mempelajari tentang medis.
Ketika pada usia 7 tahun ada keluarga miskin mendengar kemampuan luar biasa anak yang mempunyai IQ 146 ini, mereka bertanya apakah bisa melakukan operasi secara gratis karena keluarga tersebut tidak mampu untuk ke rumah sakit. Akrit melakukan operasi pembedahan untuk memisahkan jari-jari yang terbakar dan menyatu seorang anak perempuan berusia 9 tahun, dan operasi itu berjalan sukses. Alhasil Akrit dielu-elukan sebagai jenius medis di India karena dia merupakan manusia paling jenius di India dari sekian ratus juta penduduk di negara sungai Gangga tersebut. Dia mempelajari kemampuan tersebut dari seorang dokter bedah secara otodidak. Bayangkan saja betapa encernya otak si anak kecil ajaib ini, tidak mengenyam universitas tetapi mampu melakukan operasi. Mungkin saja para mahasiswa yang saat ini belajar di universitas pun tidak mampu melakukannya.

Pada Usia 12 tahun dia diterima di Universitas Punjab dan dia dikenal sebagai mahasiswa yg paling muda sepanjang sejarah India. Dia memiliki buku-buku seperti Gray’s Anatomy, dan buku pelajaran bedah, anestesi, anatomi, fisiologi, kanker, dan lain-lain. Akrit mengklaim menguasai buku-buku tersebut dengan kebiasaan sehari-hari belajar selama satu jam. Pada tahun yang sama dia diundang ke London tepatnya ke Imperial College untuk bertukar pikiran dengan ilmuwan tentang penelitian medis. Akrit mengatakan ia memiliki jutaan ide medis, tapi dia saat ini memfokuskan pada pengembangan obat kanker. “Aku telah mengembangkan konsep yang disebut terapi gen lisan berdasarkan penelitian dan teori-teori saya”, ia berkata, “Aku cukup berdedikasi terhadap bekerja pada mekanisme ini.”
Tumbuh dewasa, Akrit mengatakan ia digunakan untuk melihat pasien kanker terbaring di sisi jalan karena mereka tidak mampu membayar pengobatan atau rumah sakit tidak punya ruang untuk mereka. Sekarang, dia ingin menggunakan inteleknya untuk meringankan penderitaan mereka.

“[Aku sudah] pergi ke rumah sakit sejak usia 6 tahun, jadi aku telah melihat langsung orang yang menderita sakit,” katanya. “Saya menjadi sangat sedih, dan jadi itu motif utama saya menyukai tentang obat-obatan, terutama gairah saya tentang kanker.” Saat ini, Akrit bekerja menuju gelar sarjana di bidang zoologi, botani dan kimia. Suatu hari nanti, ia berharap untuk melanjutkan studi di Universitas Harvard.
Kita doakan saja ya, mudah-mudahan harapannya menjadi kenyataan.
Check this video
sumber : penghuni60.blogspot.com
Ketika pada usia 7 tahun ada keluarga miskin mendengar kemampuan luar biasa anak yang mempunyai IQ 146 ini, mereka bertanya apakah bisa melakukan operasi secara gratis karena keluarga tersebut tidak mampu untuk ke rumah sakit. Akrit melakukan operasi pembedahan untuk memisahkan jari-jari yang terbakar dan menyatu seorang anak perempuan berusia 9 tahun, dan operasi itu berjalan sukses. Alhasil Akrit dielu-elukan sebagai jenius medis di India karena dia merupakan manusia paling jenius di India dari sekian ratus juta penduduk di negara sungai Gangga tersebut. Dia mempelajari kemampuan tersebut dari seorang dokter bedah secara otodidak. Bayangkan saja betapa encernya otak si anak kecil ajaib ini, tidak mengenyam universitas tetapi mampu melakukan operasi. Mungkin saja para mahasiswa yang saat ini belajar di universitas pun tidak mampu melakukannya.

Pada Usia 12 tahun dia diterima di Universitas Punjab dan dia dikenal sebagai mahasiswa yg paling muda sepanjang sejarah India. Dia memiliki buku-buku seperti Gray’s Anatomy, dan buku pelajaran bedah, anestesi, anatomi, fisiologi, kanker, dan lain-lain. Akrit mengklaim menguasai buku-buku tersebut dengan kebiasaan sehari-hari belajar selama satu jam. Pada tahun yang sama dia diundang ke London tepatnya ke Imperial College untuk bertukar pikiran dengan ilmuwan tentang penelitian medis. Akrit mengatakan ia memiliki jutaan ide medis, tapi dia saat ini memfokuskan pada pengembangan obat kanker. “Aku telah mengembangkan konsep yang disebut terapi gen lisan berdasarkan penelitian dan teori-teori saya”, ia berkata, “Aku cukup berdedikasi terhadap bekerja pada mekanisme ini.”
Tumbuh dewasa, Akrit mengatakan ia digunakan untuk melihat pasien kanker terbaring di sisi jalan karena mereka tidak mampu membayar pengobatan atau rumah sakit tidak punya ruang untuk mereka. Sekarang, dia ingin menggunakan inteleknya untuk meringankan penderitaan mereka.

“[Aku sudah] pergi ke rumah sakit sejak usia 6 tahun, jadi aku telah melihat langsung orang yang menderita sakit,” katanya. “Saya menjadi sangat sedih, dan jadi itu motif utama saya menyukai tentang obat-obatan, terutama gairah saya tentang kanker.” Saat ini, Akrit bekerja menuju gelar sarjana di bidang zoologi, botani dan kimia. Suatu hari nanti, ia berharap untuk melanjutkan studi di Universitas Harvard.
Kita doakan saja ya, mudah-mudahan harapannya menjadi kenyataan.
Check this video
sumber : penghuni60.blogspot.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Dalam rangka mengembangkan wawasan keilmuan, meningkatkan intelektualitas siswa–siswi SMP dan SMA se-...
-
Surakarta (2/10), Himpunan Mahasiswa (HMP) Fisika Grafitasi gelar satu dari empat rangkaian acara Sci...
-
Minggu, 26 September 2010 HMP Fisika Grafitasi gelar Temu Kangen Alumni (TEKANAN), di ruang Sidang 2 ...
-
Lomba MTQ: 1. Mahasiswa (Sabtu, 20 Agustus 2011 Pukul 09.15 WIB @Aula Gedung A FKIP UNS) Ketentuan: Surat yang dibaca Al Baqarah a...
-
Persyaratan untuk menjadi penerima Djarum Beasiswa Plus UMUM : Sedang menempuh Tingkat Pendidikan S1 (Strata 1) dari semua disiplin ilmu ...
-
Pleno 1 Rabu, 13 Juli 2011 RapatPleno 1 dimulai jam 13.30 (sakjane 13.00 tapikarenakebiasaanmanusiamanusia indo yang sukangareeetttt), di ...
-
Dialog Program Mahasiswa Fisika (DINAMIKA) tahun ini dilaksabakan hari Rabu, 25 Mei 2011 pukulk 13.30 di ruang 5407 Gedung D FKIP UNS. Acara...
-
Ada kabar baik nie, yang ini datang nya dari eropa, tapi kurang tahu benar atau tidaknya. katanya Para ahli ruang angkasa dari Eropa sedang ...
-
Grafitasi, mendapat kunjungan lagi dari salah satu HMP MIPA yaitu HIMAFIS tanggal 27 April 2010. Acara yang di beri nama Konjungsi tersebut...
-
Acara HMP Fisika GRAFITASI yang terkenal dengan P3 ini dilaksanakan pada hari Kamis 12 Mei 2011. Bidang Komunikasi dan Pengabdian Masyarakat...
0 komentar:
Posting Komentar